Minggu, 03 Maret 2013

Fungsi dan Jenis-jenis makanan bagi manusia


Fungsi makanan bagi manusia antara lain menghsilkan energi, mengganti sel-sel yang rusak dan membentuk sel-sel yang baru untuk pertumbuhan, sebagai zat pelarut, sebagai zat pelindung tubuh, dan sebagai zat pengatur. Kebutuhan gizi setiap orang tidak sama karena pengaruh beberapa faktor meliputi usia, kegiatan (pekerjaan), jenis kelamin, berat badan, dan kondisi tubuh.
Jenis-jenis makanan berdasarkan kandungan zat di dalamnya. Ada beberapa zat yang terkandung dalam makanan yang dimakan setiap harinya diantaranya sebagai berikut:
1.      Karbohidrat 
Kentang

Karbohidrat tersusun atas atom karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), dengan kompleksitas yang berbeda-beda. Karbohidrat merupakan sumber energi yang diperlukan untuk tumbuh, bergerak, mempertahankan suhu tubuh dan berkembangbiak.
2.      Protein
Kacang dan susu
Protein merupakan zat makanan yang mengandung unsur C, H, O, N. protein mempunyai fungsi utama sebagai pembangun tubuh dan pengganti sel-sel yang rusak dengan pembentukan sel-sel yang baru.
3.      Lemak
Daging
Lemak merupakan zat yang mengandung unsur C, H, O. lemak memiliki fungsi yaitu sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K. penghasil energi setelah karbohidrat, melindungi tubuh dari gesekan dan benturan serta suhu yang ekstrim, sebagai cadangan makanan.
4.      Garam mineral
Garam mineral merupakan zat kimia yang terdapat di dalam bahan makanan dan bagian kecil dari zat makanan. Fungsinya yaitu sebagai zat pembangun dan zat pengatur. Beberapa contoh garam mineral yang dibutuhkan oleh tubuh diantaranya yaitu: Kalsium (Ca), Fosfor (P), Natrium (Na), Kalium (K), Klor (Cl), zat besi (Fe), Iodium (I), dan Flourin (F).
5.      Vitamin
Buah-Buahan
Vitamin tidak dapat dihasilkan oleh tubuh, kecuali vitamin D yang dibentuk di dalam kulit saat terkena sinar matahari. Fungsi vitamin ada banyak tergantung dari vitamin jenis apa, misalnya: Vitamin A berfungsi untuk menjaga kesehatan mata, kulit, dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Vitamin C berfungsi untuk pembentukan dan pemeliharaan zat perekat yang menghubungkan sel-sel dengan sel dari berbagai jaringan. Vitamin D berfungsi untuk mengatur fosfor dalam darah dan kadar zat kapur, mengatur metabolisme garam dapur, dan mengatur pembentukan fosfor yang dipakai untuk mengeraskan tulang. Dan masih banyak lagi yang lainnya. 
6.      Air
Air merupakan komponen utama dan terbesar dalam tubuh manusia karena kira-kira 60% berat tubuh dari manusia adalah air. Air berfungsi sebagai bahan utama pelarut zat makanan termasuk vitamin B dan C, mempercepat reaksi kimiawi tubuh, bahan pengangkut zat sisa pembakaran yang tidak terpakai dan berbagai substansi di dalam tubuh, menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, mengatur panas tubuh.

Sejarah Biologi

PENDAHULUAN
Cabang-Cabang Biologi

Biologi (ilmu hayat) adalah ilmu mengenai kehidupan. Istilah ini diambil dari bahasa Belanda "biologie", yang juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani, βίος, bios ("hidup") dan λόγος,logos ("lambang", "ilmu"). Dahulu—sampai tahun 1970-an—digunakan istilah ilmu hayat (diambil dari bahasa Arab, artinya "ilmu kehidupan").
Obyek kajian biologi sangat luas dan mencakup semua makhluk hidup. Karenanya, dikenal berbagai cabang biologi yang mengkhususkan diri pada setiap kelompok organisme, seperti botani, zoologi, dan mikrobiologi. Berbagai aspek kehidupan dikaji. Ciri-ciri fisik dipelajari dalam anatomi, sedang fungsinya dalam fisiologi; Perilaku dipelajari dalam etologi, baik pada masa sekarang dan masa lalu (dipelajari dalam biologi evolusioner dan paleobiologi); Bagaimana makhluk hidup tercipta dipelajari dalam evolusi; Interaksi antarsesama makhluk dan dengan alam sekitar mereka dipelajari dalam ekologi; Mekanisme pewarisan sifat—yang berguna dalam upaya menjaga kelangsungan hidup suatu jenis makhluk hidup—dipelajari dalam genetika.
Saat ini bahkan berkembang aspek biologi yang mengkaji kemungkinan berevolusinya makhluk hidup pada masa yang akan datang, juga kemungkinan adanya makhluk hidup di planet-planet selain bumi, yaitu astrobiologi. Sementara itu, perkembangan teknologi memungkinkan pengkajian pada tingkat molekul penyusun organisme melalui biologi molekular serta biokimia, yang banyak didukung oleh perkembangan teknik komputasi melalui bidang bioinformatika.
Ilmu biologi banyak berkembang pada abad ke-19, dengan ilmuwan menemukan bahwa organisme memiliki karakteristik pokok. Biologi kini merupakan subyek pelajaran sekolah dan universitas di seluruh dunia, dengan lebih dari jutaan makalah dibuat setiap tahun dalam susunan luas jurnal biologi dan kedokteran.

ASAL MULA BIOLOGI

a. Aristoteles dan Biologi
Ilmu biologi dirintis oleh Aristoteles, ilmuwan berkebangsaan Yunani. Dalam terminologi Aristoteles, "filosofi alam" adalah cabang filosofi yang meneliti fenomena alam, dan mencakupi bidang yang kini disebut sebagai fisika, biologi, dan ilmu pengetahuan alam lainnya.
Aristoteles melakukan penelitian sejarah alam di pulau Lesbos. Hasil penelitiannya, termasuk Sejarah Hewan, Generasi Hewan, dan Bagian Hewan, berisi beberapa observasi dan interpretasi, dan juga terdapat mitos dan kesalahan. Bagian yang penting adalah mengenai kehidupan laut. Ia memisahkan mamalia laut dari ikan, dan mengetahui bahwa hiu dan pari adalah bagian dari grup yang ia sebut Selachē (selachians).[2]
b. Didirikannya Biologi Modern
Istilah biologi dalam pengertian modern kelihatannya diperkenalkan secara terpisah oleh Gottfried Reinhold Treviranus (Biologie oder Philosophie der lebenden Natur, 1802) dan Jean-Baptiste Lamarck (Hydrogéologie, 1802). Namun, istilah biologi sebenarnya telah dipakai pada 1800 oleh Karl Friedrich Burdach. Bahkan, sebelumnya, istilah itu juga telah muncul dalam judul buku Michael Christoph Hanov jilid ke-3 yang terbit pada 1766, yaitu Philosophiae Naturalis Sive Physicae Dogmaticae: Geologia, Biologia, Phytologia Generalis et Dendrologia.

CAKUPAN BIOLOGI

Pada masa kini, biologi mencakup bidang akademik yang sangat luas, bersentuhan dengan bidang-bidang sains yang lain, dan sering kali dipandang sebagai ilmu yang mandiri. Namun, pencabangan biologi selalu mengikuti tiga dimensi yang saling tegak lurus: keanekaragaman (berdasarkan kelompok organisme), organisasi kehidupan (taraf kajian dari sistem kehidupan), dan interaksi (hubungan antarunit kehidupan serta antara unit kehidupan dengan lingkungannya).
a. Pembagian Berdasarkan Kelompok Organisme
Makhluk hidup atau organisme sangat beraneka ragam. Taksonomi mempelajari bagaimana organisme dapat dikelompokkan berdasarkan kemiripan dan perbedaan yang dimiliki. Selanjutnya, berbagai kelompok itu dipelajari semua gatra kehidupannya, sehingga dikenallah ilmu biologi tumbuhan (botani), biologi hewan (zoologi), biologi serangga (entomologi), dan seterusnya.
b. Pembagian Berdasarkan Organisasi Kehidupan
Kehidupan berlangsung dalam hirarki yang terorganisasi. Hirarki organisme, dari yang terkecil hingga yang terbesar yang dipelajari dalam biologi, adalah sebagai berikut:
1. Sel
2. Jaringan
3. organ
4. sistem organ
5. individu
6. populasi
7. komunitas atau masyarakat
8. ekosistem dan
9. bioma.
Kajian-kajian subindividu mencakup biologi sel, anatomi dan cabang-cabangnya (sitologi, histologi dan organologi), dan fisiologi. Pembagian lebih rinci juga mungkin terjadi. Misalnya, anatomi dapat dikhususkan pada setiap organ atau sistem (biasa terjadi dalam ilmu kedokteran): pulmonologi, kardiologi, neurologi, dan sebagainya).
Tingkat supraindividu dipelajari dalam ekologi, yang juga memiliki pengkhususan tersendiri, seperti ekofisiologi atau "fisiologi lingkungan", fenologi, serta ilmu perilaku.

PERANAN BIOLOGI DAN INTERRAKSI BIOLOGI DENGAN ILMU LAIN

Dalam perkembangan lebih lanjut, Biologi tidak berdiri sendiri. Sebagai suatu contoh Biologi berkembang pesat dengan ditemukannya berbagai alat yang bekerja berdasarkan prinsip Fisika, seperti mikroskop. Ini menunjukkan bahwa Biologi berhubungan erat dengan Fisika.Demikian juga dengan peristiwa pencernaan yang menggunakan berbagai enzim, pertumbuhan yang dipngaruhi oleh produksi dan fungsi hormon. Ini juga membuktikan bahwa Biologi berkaitan erat dengan Kimia.
Persoalan Biologi dapat timbul dari berbagai tingkatan organisasi kehidupan mulai dari tingkat molekuler, seluler, jaringan, organ, system organ, individu, populasi, ekositem, bioma hingga biosfer. Persoalan tersebut dapat dikaji dari berbagai disiplin ilmu cabang Biologi, bahkan ilmu lain. Oleh karena itu, Biologi memiliki peranan penting dalam kehidupan dan kelangsungan hidup suatu makhluk hidup.
Berbagai peranan Biologi bagi kehidupan diantaranya seseorang yang memahami Biologi akan bersikap dan bertindak berbeda dalam mengahadapi suatu permasalahan kehidupan dibandingkan orang yang tidak memiliki pemahaman Biologi. Banyak ditemukannya organisme penyebab penyakit seperti diare, TBC, tifus, demam berdarah,hingga AIDS oleh para ahli Biologi. Penemuan-penemuan penyakit ini akan memudahkan dalam penanggulangan, pengobatan, dan pencegahannya.
Penggunaan lahan tepi pantai untuk pertanian jenis tanaman padi yang tahan air garammerupakan salah satu hasil pemanfaatan penelitian Biologi. Penemuan varietas baru melalui kawin silang, teknik radiasi, serta kultur jaringan sebagai bukti adanya pemanfaatan Biologi di bidang pertanian. Biologi juga mempelajari tentang penjagaan dan pelestarian flora dan fauna. Di antaranya dengan pendataan berbagai spesies yang ada di dunia. Penggunaan ini berguna untuk mengetahui jumlah spesies sehingga dapat ditentukan tingkat keberadaanya. Selain itu, juga mempelajari perilaku hewan dan tumbuhan mengenai makanan, tempat hidup, dan perilaku kawinnya ini bertujuan untuk menjaga kelestaian dan keberadaannya di muka bumi. Dengan Biologi kita pelajaran bagaimana cara menjaga lingkunan dengan baik dan benar.